Shopee Ads Search vs Discovery 2026: FAQ Lengkap untuk UMKM yang Mau Iklan Efisien
Ads

Shopee Ads Search vs Discovery 2026: FAQ Lengkap untuk UMKM yang Mau Iklan Efisien

Gineehub··7 min read
shopee adssearch adsdiscovery adsshopee ads umkmiklan shopee 2026

Di tengah kenaikan biaya admin Shopee yang mencapai 10% di 2026, beberapa seller tertentu bisa mendapat diskon biaya layanan, salah satu syaratnya adalah aktif beriklan. Ini membuat banyak seller UMKM yang tadinya menghindari iklan mulai mempertimbangkan Shopee Ads.

Tapi begitu masuk ke dashboard Shopee Ads Manager, kebingungan muncul: mana yang harus dipilih dulu, Search Ads atau Discovery Ads? Keduanya ada, keduanya aktif, tapi cara kerjanya beda dan situasi ideal pakainya pun beda.

Artikel ini menjawab pertanyaan-pertanyaan yang paling sering masuk ke tim Gineehub soal dua jenis iklan ini, langsung ke intinya.


Apa Bedanya Search Ads dan Discovery Ads di Shopee

Sebelum masuk ke FAQ, penting untuk punya pemahaman dasar yang benar tentang dua format ini.

Shopee Search Ads adalah iklan yang muncul di hasil pencarian ketika pengguna mengetik keyword tertentu di kolom search Shopee. Prinsipnya mirip Google Ads: kamu bid untuk keyword, iklan muncul ketika ada yang cari kata itu, kamu bayar per klik.

Shopee Discovery Ads bekerja berbeda. Iklan ini muncul di halaman beranda Shopee, halaman kategori, Flash Sale banner, dan halaman rekomendasi produk. Pengguna tidak sedang aktif cari produk kamu, tapi sistem Shopee menilai mereka punya potensi tertarik berdasarkan riwayat browsing dan perilaku belanja mereka.

Dua format ini bukan pesaing, tapi komplemen. Tapi untuk seller dengan budget terbatas, pilihan mana yang didahulukan sangat memengaruhi efisiensi.


Pertanyaan yang Paling Sering Ditanyakan

Search Ads atau Discovery Ads yang lebih bagus untuk UMKM pemula?

Untuk seller yang baru mulai beriklan, Search Ads biasanya titik mulai yang lebih baik. Alasannya sederhana: kamu menjangkau orang yang sudah aktif mencari produk serupa. Intent mereka jelas, sehingga konversi cenderung lebih tinggi dan cost per order lebih bisa diprediksi.

Discovery Ads lebih efektif ketika toko kamu sudah punya track record: rating bagus, ulasan banyak, foto produk yang meyakinkan. Tanpa itu, menampilkan produk ke orang yang belum tahu kamu bisa jadi buang-buang budget.

Urutan yang disarankan: mulai Search Ads untuk dapat data konversi dulu, lalu tambahkan Discovery Ads setelah produk unggulan sudah terbukti jalan.

Berapa budget minimal untuk mulai Shopee Search Ads?

Tidak ada angka minimum yang dipaksakan platform, tapi agar data terkumpul cukup untuk evaluasi, angka Rp50.000-Rp100.000 per hari selama 7-10 hari berturut-turut sudah cukup untuk produk dengan kompetisi keyword sedang.

Untuk kategori dengan kompetisi tinggi seperti fashion atau skincare, bid per klik bisa lebih mahal. Di kategori tersebut, budget Rp150.000-Rp200.000/hari lebih realistis agar iklan bisa tayang kompetitif.

Yang paling penting: jangan terlalu sering pause dan restart. Setiap kali kamu pause kampanye, momentum data yang sudah terkumpul terganggu. Lebih baik budget kecil tapi konsisten daripada besar tapi sering mati.

Berapa budget minimal untuk Discovery Ads?

Discovery Ads menggunakan sistem bidding yang berbeda, biasanya berbasis CPM (cost per thousand impressions) bukan CPC (cost per click) murni. Budget Rp75.000-Rp150.000/hari sudah bisa menghasilkan volume impression yang cukup untuk mulai mengumpulkan data.

Tapi perhatikan: volume impression besar tidak otomatis berarti klik banyak. Kalau click-through rate (CTR) sangat rendah, bisa jadi gambar produk kamu kurang menarik di konteks discovery, atau targeting audience belum tepat.

Apakah aktif beriklan benar-benar bisa dapat diskon biaya layanan Shopee?

Ya, ini bukan mitos. Shopee memang memberikan insentif biaya layanan untuk seller yang aktif beriklan. Detail mekanismenya dan cara memastikan toko kamu eligible bisa kamu baca di artikel Shopee Ads 2026: Cara Dapat Diskon Biaya Layanan dengan Beriklan.

Poinnya: iklan di Shopee bukan sekadar untuk dapat penjualan langsung. Jika dioptimalkan dengan benar, biaya iklan kamu sebagian bisa "dikompensasi" lewat diskon biaya layanan yang kamu dapat.

Bagaimana cara mengukur apakah iklan Shopee saya sudah efektif?

Metric yang paling langsung adalah ROAS (Return on Ads Spend). Tapi sama seperti di platform lain, ROAS tinggi belum tentu berarti untung kalau margin produknya tipis.

Framework sederhana untuk UMKM: hitung dulu break-even ROAS kamu. Caranya: bagi 1 dengan gross margin produk kamu (setelah biaya admin, logistik, dan HPP). Jika gross margin kamu 30%, break-even ROAS kamu adalah 1/0,3 = 3,3x. Artinya, ROAS di bawah 3,3x berarti iklan tersebut belum menguntungkan.

Untuk benchmark ROAS dan data performa iklan Shopee secara lebih lengkap, lihat artikel Shopee Ads Indonesia 2026: Data Biaya, Benchmark ROAS, dan Prediksi Q2.


Iklan Belum Profitable?

Gineehub kelola campaign ads kamu dengan fokus ROAS. Data-driven, bukan tebak-tebakan. TikTok Ads & Shopee Ads.

Lihat layanan Ads Management

Mitos yang Paling Sering Dipercaya

Mitos: "Discovery Ads lebih murah karena tidak bayar per klik"

Faktanya: Discovery Ads bukan gratis karena tidak berbasis CPC murni. Kamu tetap membayar, hanya saja model pembayarannya berbeda. Jika CTR sangat rendah, kamu bisa menghabiskan budget besar untuk impression yang tidak menghasilkan kunjungan ke toko, apalagi penjualan.

Dalam banyak kasus, Search Ads justru lebih efisien dari sisi cost per order karena kamu hanya bayar ketika ada yang klik, dan orang yang klik adalah mereka yang sedang aktif mencari produk serupa.

Mitos: "Search Ads cukup untuk semua tujuan iklan"

Faktanya: Search Ads hanya menjangkau orang yang sudah tahu mereka ingin cari sesuatu. Untuk produk yang belum dikenal luas, atau untuk membangun awareness sebelum musim belanja besar, Search Ads saja tidak cukup.

Discovery Ads mengisi gap ini: menjangkau calon pembeli yang mungkin tidak tahu produk kamu ada, tapi secara demografis dan perilaku cocok sebagai target. Strategi terlengkap menggunakan keduanya dengan peran yang jelas.

Mitos: "Bid tertinggi selalu menang di Search Ads Shopee"

Faktanya: Shopee Search Ads menggunakan sistem auction yang tidak semata-mata ditentukan oleh bid. Relevansi keyword dengan halaman produk kamu, kualitas listing (foto, deskripsi, rating), dan performa historis iklan kamu juga memengaruhi posisi tayang.

Seller dengan bid lebih rendah tapi listing yang lebih relevan dan teroptimasi bisa mengalahkan seller dengan bid tinggi tapi listing seadanya. Ini berarti investasi di optimasi halaman produk punya dampak langsung pada efisiensi biaya iklan.


Apa yang Seharusnya Kamu Fokuskan

Dari semua pertanyaan dan mitos di atas, tiga hal ini yang paling menentukan efektivitas iklan Shopee kamu:

Pertama, optimalkan listing sebelum aktifkan iklan. Foto produk yang kurang menarik, deskripsi yang seadanya, atau rating yang rendah akan membuat budget iklan terbuang. Perbaiki ini dulu, baru pasang iklan.

Kedua, mulai dari Search Ads dengan keyword yang spesifik. Hindari keyword terlalu luas di awal karena biayanya tinggi dan trafficnya tidak terarah. Keyword spesifik (long-tail) lebih murah dan lebih sering dipakai oleh orang yang sudah siap beli.

Ketiga, hitung break-even ROAS sebelum launch, bukan setelah. Tanpa angka ini, kamu tidak punya standar untuk menilai apakah kampanye perlu diteruskan, dioptimasi, atau dihentikan.


Setiap toko punya kondisi yang berbeda: kategori produk, margin, tingkat kompetisi keyword, dan posisi toko di Shopee semuanya memengaruhi strategi iklan yang paling tepat. Kalau kamu tidak yakin dari mana mulai atau kenapa iklan yang sudah jalan belum memberikan hasil yang diharapkan, audit toko bisa membantu memetakan masalahnya lebih akurat.

Audit Toko Gratis

Analisis mingguan data seller center + sesi konsultasi 1-on-1 setiap minggu.

Lihat layanan Audit & Consultation

FAQ Lanjutan

Bisakah Search Ads dan Discovery Ads dijalankan bersamaan?

Bisa, dan bahkan disarankan untuk toko yang sudah punya data konversi dari Search Ads. Jalankan keduanya bersamaan dengan peran yang jelas: Search Ads untuk capture demand yang sudah ada, Discovery Ads untuk membangun awareness dan menjangkau audience baru.

Yang perlu dijaga adalah total budget tidak melebihi kapasitas fulfillment toko kamu. Kalau iklan terlalu agresif tapi pengiriman lambat, rating toko bisa turun dan itu justru merusak efisiensi iklan jangka panjang.

Apakah ada waktu terbaik untuk aktifkan Shopee Ads?

Secara umum, Shopee punya lonjakan traffic di malam hari (19.00-22.00) dan menjelang akhir bulan. Tapi waktu terbaik untuk toko kamu bisa berbeda tergantung kategori produk dan perilaku buyer spesifik kamu.

Gunakan fitur dayparting di Shopee Ads Manager kalau tersedia untuk kategorimu. Atau pantau jam berapa penjualan organik kamu paling tinggi. Itu biasanya cerminan jam buyer kamu paling aktif.

Apakah perlu matikan iklan saat flash sale atau voucher aktif?

Tidak perlu. Iklan aktif saat flash sale atau voucher justru bisa memperkuat visibility produk kamu di saat kompetisi meningkat. Banyak seller justru menaikkan budget iklan menjelang event besar karena traffic platform melonjak.

Yang perlu diperhatikan: pastikan stok mencukupi sebelum kombinasi iklan dan promo aktif bersamaan. Kehabisan stok saat iklan sedang jalan artinya budget terbuang dan potensi rating turun karena pembeli tidak bisa checkout. Untuk strategi lengkap menghadapi kenaikan biaya sambil tetap efisien beriklan, baca artikel Shopee Ads Retargeting 2026: Cara Setup Iklan untuk Pembeli yang Sudah Kunjungi Toko.

Butuh Bantuan untuk Toko Kamu?

Konsultasi gratis dengan tim Gineehub, TSP & SSP resmi Indonesia.