Sejak Shopee menaikkan biaya admin ke 10% per Januari 2026, margin seller makin tipis. Banyak yang panik lalu asal pasang iklan, berharap volume penjualan bisa menutupi selisihnya. Hasilnya malah boncos.
Masalah utamanya bukan di iklannya, tapi di kata kuncinya. Kalau kamu beriklan dengan keyword yang salah, kamu bayar klik dari orang yang tidak punya niat beli. ROAS hancur, budget habis, toko tidak berkembang.
Tutorial ini fokus ke satu hal: gimana cara riset kata kunci yang tepat di Shopee, lalu setup Search Campaign yang efisien supaya setiap rupiah iklan kamu benar-benar bekerja.
Kenapa Riset Kata Kunci Shopee Ads Penting Sekarang
Shopee Search Ads bekerja berdasarkan intent. Pembeli yang ketik sesuatu di search bar Shopee sudah punya niat beli yang jelas. Ini berbeda dengan Discovery Ads yang muncul di feed dan berharap orang tertarik.
Dengan biaya admin 10% ditambah ongkir subsidi yang makin ketat, kamu butuh iklan yang efisien secara maksimal. Artinya: tayangkan iklan hanya kepada orang yang memang sedang cari produkmu.
Kalau kamu masih belum paham perbedaan format iklan Shopee, baca dulu artikel ini: Shopee Ads Search vs Discovery 2026: FAQ Lengkap untuk UMKM yang Mau Iklan Efisien.
Apa yang Kamu Butuhkan Sebelum Mulai
Sebelum masuk ke proses riset, pastikan kondisi ini sudah terpenuhi:
Akun Shopee Seller aktif dengan minimal 10 listing produk. Shopee membutuhkan toko yang sudah ada riwayat aktivitasnya sebelum iklan bisa berjalan optimal.
Seller Centre sudah diakses via desktop. Riset kata kunci dan setup campaign di Shopee jauh lebih mudah dari browser, bukan dari aplikasi mobile.
Budget awal yang realistis. Untuk fase riset dan testing, alokasikan budget terpisah yang kamu siap habiskan tanpa ekspektasi langsung untung. Ini biaya belajar, bukan rugi.
Data produk yang jelas. Kamu harus tahu HPP, harga jual, dan margin sebelum menentukan berapa maksimum bid yang masih profitable.
Langkah 1: Riset Kata Kunci di Shopee
Masuk ke Shopee Seller Centre, pilih menu Marketing Centre, lalu klik Shopee Ads.
Di dalam dashboard Shopee Ads, klik tombol Buat Iklan Baru. Pilih Search Ads. Di sini kamu akan masuk ke halaman setup campaign, tapi jangan langsung isi semua, kita gunakan ini dulu sebagai alat riset.
Scroll ke bagian Pengaturan Kata Kunci. Ketik kata kunci utama produkmu di kolom pencarian. Shopee akan otomatis menampilkan volume pencarian, tingkat kompetisi, dan estimasi bid untuk setiap keyword.
Catat semua keyword yang muncul di saran Shopee. Filter berdasarkan kriteria ini:
- Volume pencarian: minimal Medium atau lebih tinggi
- Relevansi dengan produkmu: harus benar-benar cocok, bukan hanya mirip
- Bid estimasi: masih dalam rentang yang bisa kamu cover dengan margin produk
Lakukan proses ini untuk 3-5 variasi kata kunci utama. Kamu akan menemukan puluhan kandidat keyword. Pilih 10-15 terbaik untuk dimasukkan ke campaign pertama.
Tips tambahan: Perhatikan kata kunci dengan kompetisi Medium tapi volume tinggi. Ini sweet spot yang sering diabaikan kompetitor yang langsung mengincar keyword paling populer.
Langkah 2: Setup Shopee Ads Search Campaign
Setelah daftar keyword siap, mulai setup campaign dari awal. Kembali ke Buat Iklan Baru dan pilih Search Ads.
Isi nama campaign dengan format yang mudah dilacak, misalnya: [Nama Produk] - Search - [Tanggal]. Ini penting supaya kamu tidak bingung saat monitoring nanti.
Pilih produk yang akan diiklankan. Pilih maksimal 5 produk per campaign dulu, terutama yang margin-nya paling sehat. Jangan campurkan produk dengan kategori berbeda dalam satu campaign.
Masukkan kata kunci yang sudah kamu riset tadi. Shopee menyediakan dua jenis match type:
- Broad Match: iklan muncul untuk pencarian yang berhubungan longgar dengan keywordmu. Jangkauan lebih luas, tapi bisa menarik klik yang kurang relevan.
- Exact Match: iklan hanya muncul saat orang mengetik persis keywordmu. Lebih presisi, volume lebih kecil, tapi kualitas klik lebih tinggi.
Untuk campaign pertama, gunakan kombinasi: 70% Exact Match untuk keyword utama, 30% Broad Match untuk keyword penjelajahan.
Atur jadwal tayang. Kalau kamu tidak yakin kapan target pembelimu aktif, mulai dengan all-day. Setelah seminggu jalan, data akan menunjukkan jam-jam yang conversion rate-nya paling tinggi.
Langkah 3: Tentukan Bid dan Budget yang Tepat
Ini bagian yang paling sering bikin seller bingung. Bid terlalu rendah, iklan tidak tayang. Bid terlalu tinggi, ROAS jeblok.
Formula sederhana untuk bid maksimum:
Misalkan produkmu dijual Rp100.000, margin kotor setelah biaya admin 10% sekitar Rp15.000. Target ROAS kamu 3x, artinya kamu mau bayar iklan maksimal Rp33.000 untuk setiap Rp100.000 penjualan.
Kalau conversion rate toko kamu sekitar 2%, artinya dari 50 klik, 1 orang beli. Maka bid maksimum per klik adalah Rp33.000 dibagi 50 = Rp660 per klik.
Mulai dari 80% angka maksimum itu, lalu naikkan bertahap setelah data terkumpul.
Untuk daily budget: mulai dari Rp50.000-Rp100.000 per hari per campaign. Cukup untuk mengumpulkan data bermakna tanpa terlalu besar risikonya.
Kalau mau tahu benchmark ROAS yang realistis untuk kategorimu, baca: Shopee Ads Indonesia 2026: Data Biaya, Benchmark ROAS, dan Prediksi Q2.
Iklan Belum Profitable?
Gineehub kelola campaign ads kamu dengan fokus ROAS. Data-driven, bukan tebak-tebakan. TikTok Ads & Shopee Ads.
Lihat layanan Ads Management →Langkah 4: Optimalkan Campaign Setelah 3-7 Hari
Jangan sentuh campaign selama minimal 3 hari pertama. Shopee butuh waktu untuk mengoptimasi penayangan iklanmu. Kalau kamu ubah bid atau budget terlalu cepat, sistem akan reset proses learningnya.
Setelah 3-7 hari, buka laporan campaign dan evaluasi berdasarkan metrik ini:
CTR (Click-Through Rate): di bawah 0.5% berarti ada masalah di judul produk atau gambar utama, bukan di keyword.
Conversion Rate dari iklan: kalau klik banyak tapi tidak ada yang beli, masalahnya ada di halaman produk, bukan campaign.
ROAS per keyword: nonaktifkan keyword dengan ROAS di bawah target setelah minimal 30 klik. Jangan nonaktifkan terlalu cepat karena data belum cukup.
Keyword dengan impresi rendah: naikkan bid 10-15% untuk keyword yang jarang tayang tapi relevan. Kalau setelah 3 hari masih tidak tayang, kemungkinan kompetisi terlalu ketat.
Lakukan evaluasi setiap 7 hari dan buat perubahan incremental, bukan drastis.
Kesalahan yang Paling Sering Terjadi
Memasukkan terlalu banyak keyword sekaligus. Lebih dari 20 keyword dalam satu campaign membuat data terpecah dan susah dianalisis. Mulai dengan 10-15 keyword yang paling relevan.
Tidak memisahkan campaign berdasarkan produk. Satu campaign untuk semua produk membuat optimasi jadi mustahil. Setiap produk idealnya punya campaign sendiri.
Terlalu fokus ke keyword populer. Keyword dengan volume tertinggi biasanya juga punya bid tertinggi dan kompetisi paling ketat. Long-tail keyword dengan volume medium sering punya conversion rate yang lebih baik.
Mematikan campaign saat performance turun di akhir bulan. Pola pembelian di Shopee sangat dipengaruhi tanggal gajian dan promo platform. Performance naik-turun adalah normal, bukan tanda kampanye gagal.
Tidak mengatur negative keyword. Kalau kamu jual sepatu pria, tambahkan kata seperti "wanita", "anak", "sneakers premium" sebagai negative keyword supaya iklan tidak muncul untuk pencarian yang tidak relevan.
Cara Cek Hasilnya
Akses Marketing Centre di Seller Centre, lalu klik Laporan Iklan. Pilih rentang tanggal yang mau kamu evaluasi.
Fokus ke tiga angka ini setiap kali cek:
- Spend vs Revenue: kalau revenue belum 3x spend di bulan pertama, itu masih wajar. Target ROAS biasanya tercapai di bulan ke-2 setelah optimasi.
- Keyword performance breakdown: lihat keyword mana yang paling banyak kasih konversi dan mana yang hanya buang anggaran.
- Produk mana yang paling banyak terjual lewat iklan: fokuskan budget ke sana.
Export data ke spreadsheet setiap minggu. Dengan begitu kamu bisa melihat tren, bukan hanya snapshot harian yang bisa menyesatkan.
Iklan Shopee yang profitable bukan soal pasang dan lupakan. Kamu butuh sistem evaluasi yang konsisten. Kalau kamu belum punya bandwidth untuk ini, justru itulah kenapa banyak UMKM mempercayakan Ads Management ke tim yang memang fokus di sana.
Gineehub sebagai SSP resmi Indonesia mengelola Shopee Ads untuk puluhan seller UMKM setiap bulan. Kalau kamu mau tahu apakah kampanye yang sudah jalan efisien atau masih ada yang bocor, mulai dari audit dulu.
Audit Toko Gratis
Analisis mingguan data seller center + sesi konsultasi 1-on-1 setiap minggu.
Lihat layanan Audit & Consultation →FAQ: Shopee Ads Kata Kunci
Berapa banyak kata kunci yang ideal untuk satu campaign Shopee Ads?
Untuk campaign pertama, 10-15 keyword sudah cukup. Lebih dari itu akan membuat budget terpecah dan data sulit dianalisis. Setelah 2-3 minggu jalan dan kamu tahu keyword mana yang perform, baru tambah atau ganti yang tidak efektif.
Kapan waktu terbaik untuk mulai Shopee Search Ads?
Langsung setelah listing produk siap dan foto produk sudah optimal. Jangan menunggu toko ramai dulu karena iklan justru yang membantu toko baru mendapat kunjungan pertama. Baca panduan khusus untuk toko baru di Shopee Ads Toko Baru 2026: Tutorial Setup Pertama Kali sampai ROI Positif.
Apa bedanya Broad Match dan Exact Match di Shopee Ads?
Broad Match menayangkan iklanmu ke pencarian yang masih berkaitan dengan keywordmu meski tidak persis sama. Exact Match hanya menayangkan iklan kalau pencarian benar-benar persis dengan keywordmu. Untuk riset awal, gunakan kombinasi keduanya. Untuk efisiensi budget jangka panjang, perbanyak Exact Match.
Apakah harus naikkan bid saat kompetisi meningkat di periode promo?
Tidak selalu. Saat periode promo seperti Harbolnas, bid memang naik tapi pembeli juga lebih banyak dan conversion rate bisa lebih tinggi. Evaluasi berdasarkan ROAS, bukan hanya biaya per klik. Kalau ROAS masih di atas target meski bid lebih tinggi, teruskan.
Apa yang harus dilakukan kalau iklan sudah jalan tapi tidak ada penjualan?
Cek tiga hal: (1) apakah keyword relevan dengan produk yang dijual, (2) apakah halaman produk sudah dioptimasi dengan gambar dan deskripsi yang baik, (3) apakah harga kompetitif dibanding produk serupa yang muncul di pencarian yang sama. Masalah nol konversi biasanya ada di halaman produk, bukan di campaign-nya.





