Biaya admin Shopee sudah naik ke 10% untuk kategori FMCG dan fashion sejak awal 2026. Kalau kamu belum menyesuaikan cara kelola budget iklan, ada kemungkinan kamu sudah merugi tanpa sadar. Setiap rupiah yang dibakar untuk klik yang tidak konversi sekarang punya dampak lebih besar dari sebelumnya.
Q2 2026 adalah waktu yang tepat untuk berhenti pakai pola lama. Event Lebaran sudah lewat, tapi ada beberapa periode promosi besar yang masih menunggu di kuartal ini. Kalau budget iklan kamu dikelola dengan benar sekarang, kamu masuk ke event-event itu dengan kampanye yang sudah teruji dan efisien.
Tutorial ini membahas langkah konkret: audit kampanye yang ada, identifikasi pemborosan, sesuaikan strategi, dan realokasikan budget ke tempat yang paling menghasilkan.
Kenapa Optimasi Budget Shopee Ads Jadi Prioritas di Q2 2026
Efisiensi budget iklan sekarang lebih kritis karena dua tekanan berjalan bersamaan.
Tekanan pertama dari sisi biaya: biaya admin 10% plus biaya proses pesanan Rp 1.250 per transaksi memotong margin lebih dalam dari sebelumnya. Produk yang dulu masih untung dengan ROAS 2,5x sekarang mungkin butuh ROAS minimal 3,5x untuk tetap positif.
Tekanan kedua dari sisi kompetisi: banyak seller di Q2 2026 yang panik dan menaikkan bid secara reaktif setelah melihat penurunan performa. Akibatnya, CPC di berbagai kategori naik sementara conversion rate tidak ikut naik. Seller yang tidak punya strategi jelas akan terus membakar budget tanpa hasil.
Solusinya bukan menaikkan budget atau memotong iklan total. Solusinya adalah alokasikan budget yang sama ke kampanye dan keyword yang terbukti menghasilkan, dan hentikan pengeluaran di tempat yang tidak efisien.
Baca juga: Shopee Ads Indonesia 2026: Data Biaya, Benchmark ROAS, dan Prediksi Q2 untuk memahami konteks angka industri sebelum mulai optimasi.
Apa yang Kamu Butuhkan Sebelum Mulai
Sebelum masuk ke langkah-langkah optimasi, siapkan dulu beberapa hal ini agar prosesnya bisa dilakukan dengan tepat dan tidak cuma berdasarkan asumsi.
Data kampanye minimal 30 hari terakhir. Buka Shopee Seller Center, masuk ke Iklan Saya, dan ekspor laporan performa kampanye. Pilih rentang waktu 30 hari atau lebih agar data cukup representatif untuk menarik kesimpulan.
Kalkulasi margin bersih per produk. Kamu butuh tahu berapa margin bersih tiap produk yang sedang diiklankan setelah dipotong HPP, biaya admin 10%, dan biaya proses Rp 1.250. Tanpa angka ini, kamu tidak bisa tahu apakah ROAS kampanye kamu sudah cukup atau masih nombok.
Target ROAS minimum per produk. Hitung break-even ROAS dengan formula: 1 dibagi margin bersih sebagai persentase dari harga jual. Produk dengan margin bersih 40% dari harga jual berarti butuh ROAS minimal 2,5x untuk break-even.
Akses ke laporan keyword. Di dalam setiap kampanye Search Ads, ada tab Kata Kunci yang menampilkan performa per keyword. Ini yang akan jadi bahan utama audit di langkah pertama.
Langkah 1: Audit Kampanye dan Identifikasi Pemborosan
Audit adalah langkah paling penting yang paling sering dilewati seller. Tanpa audit, optimasi yang kamu lakukan hanya tebak-tebakan.
Buka Seller Center dan masuk ke Iklan Saya. Lihat semua kampanye yang aktif.
Klasifikasikan setiap kampanye ke dalam tiga kelompok:
Kelompok pertama adalah kampanye yang kinerjanya sudah di atas target ROAS. Ini yang perlu kamu pertahankan dan kemungkinan bisa kamu scale dengan menaikkan budget.
Kelompok kedua adalah kampanye yang ROAS-nya di antara break-even dan target. Masih untung tapi belum optimal. Kandidat untuk dioptimasi lebih dalam.
Kelompok ketiga adalah kampanye yang ROAS-nya di bawah break-even. Ini yang sedang membuatmu rugi dan butuh keputusan cepat: optimasi serius atau matikan.
Setelah mengklasifikasikan kampanye, masuk ke level keyword di setiap kampanye. Di tab Kata Kunci, urutkan berdasarkan pengeluaran. Cari keyword yang sudah menyerap budget besar tapi konversinya nol atau sangat rendah. Keyword-keyword ini adalah pemborosan langsung.
Tandai keyword dengan rasio klik per konversi di atas 50 klik tanpa satu pun pesanan. Itu sinyal kuat bahwa keyword tersebut tidak relevan dengan produkmu atau kamu kalah di halaman produk setelah buyer klik.
Langkah 2: Hentikan Pemborosan dan Realokasi Budget
Setelah audit selesai, kamu sudah punya daftar kampanye dan keyword yang bermasalah. Sekarang waktunya ambil tindakan konkret.
Untuk keyword yang tidak menghasilkan:
Masuk ke tab Kata Kunci di kampanye tersebut. Pilih keyword yang sudah kamu tandai sebagai pemborosan. Kamu punya dua pilihan: nonaktifkan keyword tersebut, atau tambahkan ke daftar kata kunci negatif kalau keyword itu muncul dari match type yang terlalu luas.
Jangan ragu untuk menonaktifkan keyword yang sudah 30 hari tidak konversi. Data 30 hari adalah sinyal yang cukup kuat.
Untuk kampanye dengan ROAS di bawah break-even:
Jangan langsung matikan kampanye. Cek dulu penyebabnya. Kalau masalahnya di keyword, bersihkan keyword yang tidak relevan dulu dan biarkan kampanye berjalan 14 hari lagi setelah bersih. Kalau setelah itu ROAS masih di bawah break-even, baru pertimbangkan untuk matikan.
Realokasi budget dari kampanye lemah ke kampanye kuat.
Budget yang kamu hemat dari menonaktifkan keyword atau kampanye yang tidak efisien, alihkan ke kampanye kelompok pertama yang sudah terbukti menghasilkan. Ini cara paling cepat untuk meningkatkan total ROAS toko tanpa menambah total pengeluaran iklan.
Baca juga: Shopee Ads Bid Strategy 2026: Cara Atur CPC dan Budget Harian agar ROAS Tetap di Target untuk panduan teknis cara menyesuaikan CPC setelah realokasi.
Langkah 3: Sesuaikan Bid Strategy Berdasarkan Data
Setelah memotong pemborosan, langkah berikutnya adalah memastikan bid di kampanye yang tersisa sudah benar secara kalkulasi.
Hitung CPC maksimum per produk.
Formula: CPC maksimum = (Harga Jual / Target ROAS) x Conversion Rate yang kamu ekspektasikan.
Contoh konkret: harga jual Rp 120.000, target ROAS 3x, conversion rate yang realistis berdasarkan data historismu 2,5%. CPC maksimum = (120.000 / 3) x 2,5% = Rp 1.000 per klik. Di atas angka ini, ROAS tidak akan mencapai 3x secara matematis.
Untuk kampanye yang sudah berjalan, turunkan bid yang melebihi CPC maksimum.
Masuk ke tab Kata Kunci, klik angka CPC yang aktif untuk setiap keyword, dan sesuaikan ke 80-90% dari CPC maksimum kamu. Jangan langsung set ke batas atas karena conversion rate aktual bisa berbeda dari ekspektasi.
Untuk keyword performa tinggi di kampanye kuat, pertimbangkan naikkan bid secara selektif.
Kalau ada keyword yang sudah terbukti konversi dengan ROAS di atas target dan masih ada ruang budget, naikkan CPC 10-15% untuk meningkatkan impression share di keyword tersebut. Ini cara yang lebih efisien dari menambah keyword baru yang belum teruji.
Iklan Belum Profitable?
Gineehub kelola campaign ads kamu dengan fokus ROAS. Data-driven, bukan tebak-tebakan. TikTok Ads & Shopee Ads.
Lihat layanan Ads Management →Langkah 4: Setup Budget Harian yang Proporsional
Budget harian yang salah bisa membuat kampanye yang sudah kamu optimalkan tetap tidak performa maksimal.
Prinsip dasarnya: budget harian harus memungkinkan iklan tayang sepanjang hari penuh, tidak habis di siang atau sore hari.
Cara cek: buka laporan kampanye dan lihat jam berapa budget biasanya habis. Kalau budget habis sebelum jam 18.00, kamu kehilangan traffic dari buyer yang baru aktif belanja di malam hari. Naikkan budget 20-30% atau distribusikan budget antar kampanye agar yang kuat mendapat porsi lebih besar.
Untuk distribusi budget antar kampanye:
Alokasikan berdasarkan performa ROAS aktual. Kampanye dengan ROAS tertinggi dapat porsi budget terbesar. Sebagai panduan kasar: jika kamu punya tiga kampanye aktif, beri 60% budget ke kampanye terbaik, 30% ke kampanye menengah, dan 10% ke kampanye yang sedang diuji atau dioptimasi.
Jangan spread budget terlalu tipis.
Banyak seller punya 8-10 kampanye aktif sekaligus dengan budget masing-masing kecil. Hasilnya semua kampanye underperform karena tidak dapat cukup data untuk dioptimasi algoritma Shopee. Lebih baik punya 3-4 kampanye dengan budget yang cukup dari pada 10 kampanye yang masing-masing kelaparan data.
Kesalahan yang Paling Sering Terjadi Saat Optimasi Budget
Beberapa pola kesalahan ini sering terulang dan bisa membatalkan semua kerja optimasi yang sudah kamu lakukan.
Evaluasi terlalu cepat. Banyak seller mengubah bid atau budget setiap 1-2 hari lalu bingung kenapa data tidak stabil. Setelah setiap perubahan, beri waktu minimal 5-7 hari sebelum evaluasi berikutnya. Algoritma Shopee butuh waktu untuk menyesuaikan distribusi iklan.
Menonaktifkan kampanye saat event besar. Tepat sebelum event seperti 6.6 atau 9.9, beberapa seller panik melihat biaya naik dan mematikan kampanye. Padahal periode pre-event justru saat yang penting untuk membangun data dan impression. Kalau mau hemat, turunkan bid, bukan matikan kampanye.
Mengabaikan Discovery Ads. Banyak seller hanya fokus di Search Ads karena lebih terukur. Padahal Discovery Ads bisa jadi sumber traffic yang lebih murah per klik untuk produk yang visual-nya kuat. Alokasikan minimal 20% budget total untuk Discovery Ads dan ukur hasilnya.
Tidak update kalkulasi setelah biaya admin naik. Seller yang belum menghitung ulang target ROAS berdasarkan biaya admin 10% mungkin masih menggunakan target lama yang tidak lagi akurat. Target ROAS yang salah berarti keputusan bid yang salah.
Cara Cek Hasilnya
Setelah melakukan semua langkah di atas, pantau hasilnya dengan cara yang terstruktur.
Minggu pertama setelah optimasi: fokus di metrik proses, bukan hasil akhir. Cek apakah keyword yang bermasalah sudah nonaktif, apakah budget terdistribusi sesuai rencana, dan apakah ada kampanye yang tiba-tiba drop impression karena bid disesuaikan terlalu agresif.
Minggu kedua: mulai lihat tren ROAS. Bandingkan ROAS minggu ini vs dua minggu sebelum optimasi. Kalau ada kenaikan, itu sinyal bagus. Kalau turun, cek lebih detail apakah ada perubahan eksternal (kompetitor, perubahan harga pasar) atau ada langkah optimasi yang perlu dibalik.
Bulan pertama: evaluasi total pengeluaran iklan vs total GMV dari iklan. Hitung ROAS blended semua kampanye. Bandingkan dengan bulan sebelum optimasi. Ini angka yang paling jujur untuk mengukur apakah optimasi berhasil.
Kalau setelah satu bulan ROAS tidak bergerak meski sudah menjalankan semua langkah ini, ada kemungkinan ada masalah di luar iklan: halaman produk yang kurang kompetitif, harga yang tidak bersaing, atau kategori yang memang sedang turun demand-nya. Ini butuh evaluasi yang lebih menyeluruh dari sekadar pengaturan iklan.
Baca juga: ROAS Shopee Ads Biaya Admin 2026: Cara Hitung Ulang Target Setelah Kenaikan 10% untuk memastikan target ROAS kamu sudah tepat sebelum menilai performa kampanye.
Kalau kamu sudah jalankan audit dan optimasi sendiri tapi hasilnya belum sesuai ekspektasi, mungkin ada faktor struktural di toko atau strategi harga yang perlu dilihat oleh pihak yang bisa akses data langsung. Itu yang paling efisien dilakukan bersama partner resmi.
Audit Toko Gratis
Analisis mingguan data seller center + sesi konsultasi 1-on-1 setiap minggu.
Lihat layanan Audit & Consultation →FAQ: Shopee Ads Optimasi Budget Q2 2026
Seberapa sering saya perlu audit kampanye Shopee Ads?
Untuk kondisi normal, audit mingguan sudah cukup untuk sebagian besar seller. Yang perlu dicek tiap minggu: ROAS aktual vs target, keyword yang menyerap budget besar tapi tidak konversi, dan distribusi budget antar kampanye. Audit mendalam yang mencakup restrukturisasi kampanye sebaiknya dilakukan tiap bulan atau menjelang event besar.
Apakah saya harus matikan semua kampanye yang ROAS-nya di bawah target?
Tidak harus. Kampanye yang ROAS-nya di bawah target tapi masih di atas break-even masih perlu dioptimasi, bukan dimatikan. Yang perlu dimatikan atau dipotong drastis adalah kampanye yang ROAS-nya di bawah break-even dan sudah berjalan lebih dari 30 hari tanpa tanda-tanda perbaikan meski sudah dioptimasi.
Berapa persen budget sebaiknya dialokasikan ke Search Ads vs Discovery Ads?
Tidak ada rasio universal, tapi sebagai titik awal yang praktis: 70-80% ke Search Ads untuk produk dengan keyword pencarian yang jelas, dan 20-30% ke Discovery Ads untuk produk yang visual-nya kuat atau untuk tujuan awareness. Evaluasi distribusi ini setiap bulan berdasarkan data ROAS aktual masing-masing tipe kampanye.
Apakah optimasi budget berbeda untuk event Q2 seperti 5.5 atau 6.6?
Ya, ada penyesuaian yang perlu dilakukan menjelang event besar. Pertama, naikkan budget harian 1-2 minggu sebelum event agar kampanye kamu punya cukup data dan impression untuk bersaing saat event berlangsung. Kedua, identifikasi produk hero yang mau kamu dorong di event dan pastikan kampanye untuk produk tersebut sudah dalam kondisi optimal. Ketiga, siapkan bid yang sedikit lebih agresif karena persaingan di hari event biasanya naik signifikan.
Apakah Discovery Ads cocok untuk semua kategori produk?
Discovery Ads paling efektif untuk produk yang keputusan pembeliannya didorong visual: fashion, aksesoris, dekorasi, kosmetik, dan produk lifestyle. Untuk produk yang sangat fungsional dan dibeli berdasarkan kebutuhan spesifik (misalnya spare part elektronik atau bahan baku), Search Ads biasanya lebih efisien karena menyasar buyer yang sudah tahu apa yang mereka cari.





