Banyak seller baru langsung pasang iklan di hari pertama buka toko. Hasilnya: budget habis, pesanan tidak datang, dan berakhir frustrasi dengan sistem iklan Shopee.
Masalahnya bukan di Shopee Ads-nya. Masalahnya di urutan dan caranya. Shopee Ads bisa kerja bagus untuk toko baru, tapi ada beberapa hal yang harus kamu setup dulu sebelum tombol iklan dinyalakan.
Ini tutorial lengkap dari nol, untuk kamu yang baru buka toko dan mau beriklan dengan benar dari awal.
Kenapa Setup Shopee Ads dengan Benar Penting untuk Toko Baru
Toko baru punya keterbatasan yang berbeda dari toko yang sudah mapan: belum ada rating, belum ada ulasan, data konversi masih nol. Shopee Ads tidak akan otomatis mengubah traffic menjadi penjualan kalau fondasi tokonya belum siap.
Biaya berjualan di Shopee 2026 juga sudah lebih tinggi. Biaya admin naik ke 10% untuk kategori FMCG dan fesyen sejak Januari 2026, ditambah biaya proses pesanan Rp 1.250 per transaksi selesai. Kalau kamu beriklan tanpa strategi, margin bisa langsung minus sebelum pesanan masuk.
Target ROAS yang realistis untuk toko baru adalah 2 sampai 3x dulu. Jangan langsung kejar 5x atau 10x. Tujuan utama di bulan pertama: dapat data, bukan profit maksimal.
Apa yang Kamu Butuhkan Sebelum Mulai
Sebelum buka Shopee Ads Manager, pastikan hal-hal ini sudah beres di tokomu:
Foto produk yang layak. Minimal satu foto dengan background putih bersih, resolusi cukup untuk thumbnail. Foto jelek akan buang budget iklan karena CTR-nya rendah.
Deskripsi produk yang jelas. Tulis spesifikasi, ukuran, bahan, dan cara penggunaan. Buyer yang mendarat dari iklan butuh informasi yang cukup untuk langsung checkout.
Harga yang kompetitif. Cek 5 sampai 10 kompetitor dengan produk serupa. Kamu tidak perlu paling murah, tapi jangan terlalu jauh di atas rata-rata pasar untuk toko yang belum punya social proof.
Stok yang aman. Kalau iklan mulai jalan dan pesanan masuk, kamu tidak mau kehabisan stok di hari ke-3. Siapkan buffer minimal untuk 7 hari pertama beriklan.
Langkah 1: Pilih Jenis Iklan yang Tepat untuk Toko Baru
Shopee punya dua jenis iklan utama: Shopee Search Ads dan Shopee Discovery Ads.
Shopee Search Ads muncul di hasil pencarian ketika buyer aktif mengetikkan kata kunci. Ini format iklan dengan conversion rate tertinggi karena buyer sudah punya niat beli. Untuk toko baru, ini titik masuk yang paling efisien.
Shopee Discovery Ads muncul di feed rekomendasi dan beranda. Format ini bagus untuk awareness, tapi conversion rate-nya lebih rendah. Toko baru tanpa ulasan akan kesulitan bersaing di placement ini.
Rekomendasi untuk toko baru dengan kurang dari 100 pesanan: mulai dengan Search Ads dulu. Discovery Ads baru masuk akal setelah kamu punya minimal 20 hingga 30 ulasan produk dan data historis konversi.
Langkah 2: Setup Campaign Pertama Kali
Buka Shopee Seller Center, masuk ke menu Iklan Saya, lalu pilih Iklan Produk untuk Search Ads.
Langkah setup:
- Klik Buat Iklan dan pilih produk yang mau kamu iklankan. Pilih produk dengan margin paling tebal dulu, bukan yang paling murah.
- Di bagian Kata Kunci, pilih Rekomendasi Otomatis untuk minggu pertama. Biarkan Shopee mengumpulkan data keyword yang relevan sebelum kamu intervensi manual.
- Set Tipe Pencocokan ke Broad Match untuk jangkauan maksimal di awal. Setelah 7 hari, kamu bisa lihat keyword mana yang konversi dan filter ke Exact Match.
- Isi nama campaign dengan format yang mudah dibaca:
[nama produk] - Search - [bulan]. Contoh:Tas Kanvas A4 - Search - Apr26. - Klik Aktifkan dan campaign siap jalan.
Jangan aktifkan terlalu banyak produk sekaligus. Untuk toko baru, fokus ke 2 sampai 3 produk andalan dulu. Spreading budget ke 10 produk sekaligus hanya akan membuat semua campaign kekurangan data.
Langkah 3: Tentukan Budget dan Bid Strategy
Untuk toko baru, budget minimum yang masuk akal adalah sekitar Rp 50.000 sampai Rp 100.000 per hari per campaign. Di bawah itu, iklan kamu kemungkinan tidak akan keluar cukup sering untuk menghasilkan data yang berguna.
Budget harian lebih aman dari budget total karena bisa dikontrol setiap hari. Set budget harian di Rp 75.000 dulu sebagai titik mulai.
Untuk bid (CPC), gunakan rekomendasi Shopee sebagai patokan awal. Jangan langsung nge-bid jauh di bawah rekomendasi karena iklan kamu tidak akan keluar. Bid 10 sampai 20% di atas rekomendasi di 3 hari pertama untuk memastikan iklan tayang dan mengumpulkan data.
Setelah 7 hari, kamu punya data untuk memutuskan apakah bid bisa diturunkan atau perlu dinaikkan di keyword tertentu.
Perlu dipahami: Shopee Ads pakai sistem lelang. Bid kamu bersaing langsung dengan iklan seller lain untuk produk serupa. Toko baru sering kalah lelang di keyword kompetitif bukan karena bid-nya salah, tapi karena skor relevansi tokonya belum terbentuk.
Langkah 4: Monitor dan Optimasi di 7 Hari Pertama
Di Shopee Ads Manager, pantau metrik ini setiap hari:
| Metrik | Yang Perlu Diperhatikan |
|---|---|
| CTR (Click-Through Rate) | Di bawah 0,5% berarti foto atau judul produk perlu diperbaiki |
| Konversi Iklan | Di bawah 1% setelah 3 hari berarti landing page (halaman produk) bermasalah |
| ROAS | Target minimal 2x di minggu pertama |
| Biaya per Klik | Bandingkan dengan rekomendasi Shopee |
Di hari ke-4 atau ke-5, buka laporan keyword. Lihat keyword mana yang sudah dapat klik tapi belum konversi. Keyword ini bisa kamu tambahkan ke Kata Kunci Negatif supaya budget tidak terbuang ke pencarian yang tidak relevan.
Artikel tentang data benchmark Shopee Ads yang lebih lengkap bisa kamu baca di Shopee Ads Indonesia 2026: Data Biaya, Benchmark ROAS, dan Prediksi Q2.
Iklan Belum Profitable?
Gineehub kelola campaign ads kamu dengan fokus ROAS. Data-driven, bukan tebak-tebakan. TikTok Ads & Shopee Ads.
Lihat layanan Ads Management →Kesalahan yang Paling Sering Terjadi
Mengaktifkan terlalu banyak produk sekaligus. Budget terpecah, tidak ada satu pun campaign yang dapat data cukup. Pilih 2 sampai 3 produk, habiskan budget di situ dulu.
Mematikan campaign terlalu cepat. Iklan butuh minimal 3 sampai 5 hari untuk keluar dari fase belajar. Kalau kamu matikan di hari ke-2 karena belum ada pesanan, kamu tidak pernah tahu apakah campaign-nya bisa kerja.
Bid terlalu rendah di awal. Iklan tidak keluar, tidak ada data, kamu pikir Shopee Ads tidak efektif. Padahal masalahnya bid di bawah threshold kompetisi.
Tidak memantau keyword negatif. Budget habis untuk klik dari pencarian yang tidak relevan. Misalnya kamu jual tas wanita tapi klik datang dari pencarian "tas pria kulit". Keyword negatif memotong pemborosan ini.
Mengabaikan halaman produk. Iklan bisa bawa traffic, tapi kalau foto jelek atau deskripsi seadanya, buyer tidak akan checkout. Konversi dibentuk di halaman produk, bukan di iklan.
Kapan Harus Scale Up
Setelah 14 sampai 21 hari beriklan, kamu mulai punya data yang cukup untuk memutuskan apakah layak scale up.
Tanda-tanda campaign siap di-scale:
- ROAS stabil di atas 3x selama 7 hari berturut-turut
- Ada keyword dengan conversion rate di atas 2% yang belum kamu bid agresif
- Budget harian habis sebelum pukul 20.00 (artinya demand ada, kamu kekurangan budget)
Cara scale yang aman: naikkan budget harian maksimal 20 sampai 30% setiap kenaikan. Jangan langsung double budget karena sistem iklan Shopee perlu waktu menyesuaikan distribusi baru.
Kalau ROAS sudah stabil dan kamu mulai punya ulasan produk (minimal 20 ulasan), ini saat yang tepat untuk mulai eksperimen dengan Discovery Ads sebagai pelengkap. Baca selengkapnya di Shopee Ads Search vs Discovery 2026: FAQ Lengkap.
Untuk strategi menjaga margin saat biaya berjualan naik, artikel Biaya Admin Shopee 2026: Strategi UMKM Tetap Cuan Meski Naik 10% bisa jadi referensi tambahan.
Kalau kamu merasa setup dan optimasi iklan ini terlalu menyita waktu, atau hasilnya belum sesuai ekspektasi setelah 30 hari, mungkin sudah saatnya review strategi iklan secara menyeluruh.
Audit Toko Gratis
Analisis mingguan data seller center + sesi konsultasi 1-on-1 setiap minggu.
Lihat layanan Audit & Consultation →FAQ: Shopee Ads untuk Toko Baru
Berapa budget minimum Shopee Ads untuk toko baru?
Budget minimum yang masuk akal untuk toko baru adalah sekitar Rp 50.000 sampai Rp 100.000 per hari per campaign. Di bawah itu, iklan sering tidak keluar cukup sering untuk menghasilkan data yang berguna. Total budget di minggu pertama sekitar Rp 350.000 sampai Rp 700.000 sudah cukup untuk mengumpulkan data awal.
Kapan toko baru boleh mulai pasang iklan Shopee?
Idealnya setelah foto produk bagus, deskripsi lengkap, dan harga sudah kamu cek terhadap kompetitor. Tidak perlu tunggu dapat pesanan organik dulu, tapi siapkan halaman produk semaksimal mungkin sebelum iklan dinyalakan.
Kenapa iklan Shopee saya tidak keluar padahal sudah aktif?
Kemungkinan besar bid kamu di bawah threshold kompetisi untuk keyword yang dipilih. Cek di laporan iklan apakah ada notifikasi "bid terlalu rendah" atau "anggaran tidak mencukupi". Naikkan bid 20 sampai 30% dari posisi sekarang dan pantau selama 24 jam.
Apakah toko baru bisa langsung untung dari Shopee Ads?
Bisa, tapi ekspektasinya perlu realistis. Target ROAS 2 sampai 3x di bulan pertama sudah bagus untuk toko baru. Profitabilitas iklan biasanya baru optimal setelah toko punya ulasan dan data historis yang cukup untuk Shopee mengoptimasi distribusi iklan kamu.
Search Ads atau Discovery Ads yang lebih baik untuk toko baru?
Search Ads lebih cocok untuk toko baru karena conversion rate-nya lebih tinggi dan kamu bisa kontrol keyword secara spesifik. Discovery Ads lebih efektif setelah toko punya social proof (ulasan dan rating) yang bisa meyakinkan buyer yang belum punya niat beli spesifik.





