Shopee Broadcast Message Seller 2026: Cara Re-engage Pembeli Lama dan Naikkan Repeat Order
Shop Management

Shopee Broadcast Message Seller 2026: Cara Re-engage Pembeli Lama dan Naikkan Repeat Order

Gineehub··8 min read
shopee broadcast messagerepeat order shopeeshopee seller centerretensi pembelishop management

Banyak seller Shopee sudah kerja keras untuk dapat pembeli baru: pasang iklan, ikut flash sale, buat voucher. Tapi setelah pembeli itu transaksi satu kali, mereka dibiarkan pergi begitu saja.

Padahal ada satu fitur di Seller Center yang bisa kamu pakai untuk "mengetuk pintu" pembeli lama itu lagi. Namanya Broadcast Message. Dan sebagian besar seller UMKM belum memanfaatkannya sama sekali.

Ini bukan soal spam. Ini soal timing yang tepat, pesan yang relevan, dan segmentasi yang benar.

Apalagi sekarang kondisinya semakin mahal: biaya admin Shopee sudah 10% untuk banyak kategori sejak Januari 2026, dan mulai Juni 2026, ongkir retur ditanggung seller. Artinya biaya akuisisi pembeli baru makin berat. Mempertahankan pembeli lama bukan opsi lagi, tapi keharusan.

Kenapa Broadcast Message Penting untuk Seller Shopee

Dengan biaya ads yang terus naik, repeat order dari pembeli lama jauh lebih murah secara cost per order dibanding akuisisi baru.

Pembeli yang pernah beli dari toko kamu sudah melewati proses paling susah: memilih, percaya, dan checkout. Mereka sudah tahu kualitas produkmu. Tingkat konversi dari broadcast ke repeat order secara rata-rata lebih tinggi dibanding cold traffic dari iklan.

Broadcast Message di Shopee memungkinkan kamu kirim pesan langsung ke inbox Shopee pembeli yang pernah transaksi di tokomu. Bukan iklan berbayar, tapi pesan yang muncul di tab Chat mereka.

Kalau kamu belum paham benchmark toko kamu sendiri, ada baiknya baca dulu artikel ini: Performa Toko Shopee 2026: Benchmark Konversi, Chat Rate, dan Rating UMKM. Dari sana kamu bisa tahu seberapa besar potensi repeat order yang belum kamu sentuh.

Apa yang Kamu Butuhkan Sebelum Mulai

Sebelum masuk ke langkah-langkahnya, pastikan dulu kondisi toko kamu memenuhi syarat akses fitur ini:

  • Akun Shopee Seller aktif dengan minimal beberapa transaksi sukses
  • Akses ke Shopee Seller Center (via browser atau aplikasi Seller Center)
  • Daftar produk yang ingin kamu promosikan sudah tersedia di toko
  • Voucher toko atau penawaran spesifik yang akan kamu cantumkan di pesan (opsional, tapi sangat meningkatkan konversi)

Satu hal yang sering dilewatkan: pastikan kamu sudah siapkan isi pesannya dulu sebelum masuk ke form. Proses penulisan di Seller Center agak kaku, lebih mudah kalau kamu draft dulu di luar.

Langkah 1: Cara Akses Fitur Broadcast di Shopee Seller Center

Masuk ke Seller Center melalui browser di seller.shopee.co.id. Login dengan akun seller kamu.

Di menu sebelah kiri, cari bagian Marketing Center. Di dalamnya ada submenu Broadcast Message. Kalau belum muncul, pastikan akunmu sudah memenuhi syarat minimum transaksi dari Shopee.

Setelah masuk ke halaman Broadcast Message, kamu akan melihat tombol Buat Broadcast atau Create Broadcast di sudut kanan atas. Klik tombol itu untuk mulai.

Catatan: tampilan bisa sedikit berbeda antara versi browser desktop dan aplikasi Seller Center mobile. Untuk kontrol yang lebih detail, gunakan versi browser.

Langkah 2: Segmentasi Penerima Pesan

Ini bagian yang paling menentukan apakah broadcast kamu berhasil atau cuma bikin pembeli tidak nyaman.

Shopee menyediakan beberapa opsi segmentasi penerima:

Berdasarkan riwayat pembelian:

  • Pembeli yang pernah beli dari toko kamu (semua)
  • Pembeli yang beli dalam 30 hari terakhir
  • Pembeli yang beli dalam 90 hari terakhir
  • Pembeli yang belum beli lagi dalam waktu tertentu

Berdasarkan produk:

  • Pembeli produk tertentu (misalnya kamu mau broadcast ke yang beli produk A, untuk promosi produk B yang relevan)

Untuk tujuan re-engagement, rekomendasi yang paling sering berhasil adalah segmen pembeli yang terakhir transaksi 30-90 hari lalu. Mereka masih "hangat" tapi sudah cukup lama sejak transaksi terakhir, sehingga pesan kamu tidak terasa terlalu cepat.

Hindari broadcast ke semua pembeli sekaligus kalau kamu tidak punya pesan yang benar-benar relevan untuk semua segmen. Pesan yang terasa generik = tingkat buka rendah, risiko block tinggi.

Langkah 3: Tulis Pesan yang Convert

Ini yang paling banyak seller salah. Mereka nulis pesan seperti iklan brosur: panjang, penuh superlative, tidak jelas minta pembeli ngapain.

Format pesan yang bekerja dengan baik:

Buka dengan konteks personal: Mulai dengan pengingat bahwa kamu tahu mereka pernah beli dari kamu. Ini langsung membedakan pesanmu dari spam.

Contoh: "Halo! Terima kasih sudah belanja di [Nama Toko] sebelumnya."

Langsung ke penawaran: Jangan basa-basi terlalu panjang. Sebutkan apa yang kamu tawarkan dan mengapa sekarang.

Contoh: "Minggu ini kami lagi ada diskon 20% untuk [kategori produk]. Berlaku sampai [tanggal]."

Satu CTA yang jelas: Jangan kasih dua pilihan. Satu saja: "Klik link ini untuk lihat produknya" atau "Pakai kode voucher [KODE] saat checkout."

Panjang ideal: 3-5 kalimat. Lebih dari itu, orang tidak baca sampai selesai.

Contoh template lengkap yang bisa kamu adaptasi:

Halo! Makasih udah pernah belanja di [Nama Toko]. Lagi ada promo khusus pelanggan setia nih — diskon 15% untuk semua produk [kategori] sampai [tanggal]. Pakai kode voucher [KODE] pas checkout ya. Lihat produknya di sini: [link toko/produk]

Satu hal: jangan pakai huruf kapital semua atau terlalu banyak tanda seru. Itu yang bikin pesan terasa seperti spam.

Langkah 4: Atur Jadwal dan Frekuensi

Shopee membatasi frekuensi broadcast agar tidak menjadi platform spam. Kamu tidak bisa kirim broadcast setiap hari ke orang yang sama.

Waktu terbaik untuk broadcast:

  • Pagi hari antara pukul 7-9: pembeli biasanya cek HP sebelum kerja
  • Malam antara pukul 20-22: setelah makan malam, banyak orang scroll HP

Hindari tengah hari (11-13) karena saingan notifikasi banyak, dan hindari terlalu malam (lewat pukul 22) karena terasa mengganggu.

Frekuensi yang aman:

Kirim ke segmen yang sama maksimal 2 kali dalam sebulan. Lebih dari itu, tingkat unsubscribe atau block naik signifikan.

Rotasi pesannya: bulan pertama kirim promo produk A, bulan berikutnya kirim info produk baru atau voucher toko. Jangan repeat pesan yang sama persis.

Mau Toko Dikelola Profesional?

Gineehub handle operasional toko kamu end-to-end: listing, customer service, order management, sampai strategi promo.

Lihat layanan Shop Management

Kesalahan yang Paling Sering Terjadi

Setelah melihat banyak toko pakai fitur ini, ada beberapa pola kesalahan yang terus berulang:

Broadcast ke semua pembeli tanpa filter. Pembeli yang beli 2 tahun lalu dan tidak pernah balik mungkin sudah tidak tertarik. Broadcast ke mereka buang kuota dan berisiko kena block.

Pesan terlalu panjang dan tidak ada CTA. Kalau pembeli harus scroll untuk tahu apa yang diminta, mereka tidak akan scroll.

Tidak ada penawaran nyata. "Cek toko kami yuk!" bukan alasan yang cukup untuk pembeli klik. Selalu ada sesuatu yang konkret: diskon, voucher, produk baru, stok terbatas.

Kirim di jam yang salah. Broadcast tengah malam atau tengah hari kerja sering diabaikan.

Tidak konsisten. Broadcast sekali, tidak ada hasil langsung, lalu tidak pernah dicoba lagi. Broadcast butuh konsistensi minimal 2-3 bulan untuk kamu lihat pola repeat order yang terbentuk.

Soal biaya yang naik di 2026, kalau kamu belum hitung ulang margin kamu setelah kenaikan biaya admin 10%, baca dulu: FAQ Shopee Seller Biaya Q2 2026: Admin 10%, Pre-Order, dan Cara Hitung Ulang Margin Toko.

Cara Cek Hasilnya

Setelah broadcast terkirim, Shopee menyediakan data performa di halaman yang sama.

Metrik yang perlu kamu perhatikan:

  • Delivered rate: berapa persen pesan berhasil terkirim dari total target penerima
  • Open rate / Read rate: berapa yang membuka pesanmu
  • Click rate: berapa yang klik link produk atau toko dari dalam pesan
  • Conversion: berapa yang akhirnya checkout (ini perlu kamu track sendiri dari data pesanan, karena Shopee tidak selalu menghubungkan ini secara langsung)

Target realistis untuk broadcast yang bagus: open rate di atas 20%, click rate di atas 5%. Kalau angkanya jauh di bawah itu, biasanya masalahnya ada di pesan atau segmentasi, bukan di fiturnya.

Cek datanya 24-48 jam setelah broadcast. Sebagian besar interaksi terjadi dalam jangka waktu itu.

Untuk melengkapi strategi retensi, baca juga: Strategi Cross-Selling Shopee 2026: Framework Seller Naikkan Average Order Value. Broadcast yang bagus + cross-selling yang tepat bisa naikkan nilai tiap transaksi sekaligus frekuensi beli.


Broadcast Message bukan senjata ajaib. Tapi kalau kamu pakai dengan segmentasi yang benar dan pesan yang relevan, ini salah satu cara paling hemat untuk jaga repeat order tanpa harus terus bakar budget iklan.

Di 2026, dengan biaya yang makin naik dari segala arah, seller yang bertahan adalah yang bisa memaksimalkan nilai dari pembeli yang sudah ada. Broadcast adalah salah satu alat untuk itu.

Kalau kamu ingin tahu lebih lanjut bagaimana Gineehub membantu toko Shopee tumbuh lewat strategi operasional yang terstruktur, tim kami siap diskusi.

Audit Toko Gratis

Analisis mingguan data seller center + sesi konsultasi 1-on-1 setiap minggu.

Lihat layanan Audit & Consultation

FAQ: Shopee Broadcast Message

Apakah Shopee Broadcast Message gratis untuk semua seller?

Ya, fitur ini gratis. Kamu tidak perlu bayar per pesan yang terkirim. Tapi ada batasan kuota pesan per periode, tergantung level toko dan histori akun kamu di Shopee.

Berapa kali boleh kirim broadcast dalam satu bulan?

Shopee membatasi frekuensi agar tidak terjadi spam masif. Aturan pastinya bisa berubah per update platform, tapi secara umum kamu disarankan tidak lebih dari 2 kali per bulan ke segmen yang sama. Cek halaman Broadcast Message di Seller Center kamu untuk melihat sisa kuota.

Apa bedanya Broadcast Message dengan Chat di Shopee?

Chat di Shopee bersifat one-on-one: kamu balas pertanyaan pembeli satu per satu. Broadcast Message adalah pesan satu-ke-banyak: kamu kirim satu pesan ke banyak penerima sekaligus berdasarkan segmentasi. Keduanya masuk ke tab Chat pembeli, tapi sumbernya beda.

Apakah broadcast bisa sertakan gambar atau voucher?

Ya, kamu bisa tambahkan gambar produk dan link voucher toko ke dalam pesan broadcast. Ini sangat disarankan karena meningkatkan click rate secara signifikan dibanding pesan teks saja.

Pembeli bisa block atau unsubscribe dari broadcast toko saya?

Ya, pembeli bisa memilih untuk tidak menerima pesan broadcast dari toko tertentu. Makanya penting untuk tidak kirim terlalu sering dan selalu ada nilai nyata di setiap pesan. Kalau terlalu banyak yang block, Shopee bisa batasi akses fitur broadcast kamu.

Butuh Bantuan untuk Toko Kamu?

Konsultasi gratis dengan tim Gineehub, TSP & SSP resmi Indonesia.